Keutamaan Belajar Tauhid

Oleh : Ustadz M. Romelan, Lc hafizhahullah
Ditranskrip oleh : al-Akh al-Fadhil Muh. Taufiq hafizhahullah

Keutamaan menuntut ilmu seperti yang kita ketahui terdapat banyak keutamaan, baik bersumber dari Al-Qur’an maupun sunnah Nabi Shallallahu ‘Alahi Wasallam dan seperti yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”. Dan Allah akan memudahkan kepada para penuntut ilmu menuju surga-Nya.

Itulah beberapa keutamaan menuntut ilmu yang bisa kita jadikan motivasi besar untuk lebih giat lagi belajar ilmu syar’i, dan bersyukur kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memudahkan untuk menuntut ilmu dengan itulah Allah Subhanahu Wata’ala akan mengangkat derajat kita.

Dan diantara tanda-tanda kebaikan pada diri seseorang adalah orang tersebut di jalannya ilmu dan barang siapa di atas jalannya ilmu menetapi jalannya ilmu maka itu merupakan tanda-tanda kebaikan dan barang siapa yang diinginkan oleh Allah subhanahu wata’ala kebaikan padanya, maka akan dipahamkan dan diajarkan kepadanya agama ini.

Seseorang yang memohon untuk diberikan petunjuk yang lurus namun tidak menuntut ilmu maka keadaanya sama saja. Jangan seperti orang-orang yahudi mereka memiliki ilmu namun mendapatkan kemurkaan Allah, karena tidak mengamalkannya, mereka tidak akan mencapai petunjuk yang lurus.

Adapun orang-orang Nasrani rajin beribadah, beramal, mereka mengamalkannya, tetapi mereka tidak didasari ilmu melainkan dengan dasar kebodohan sehingga mereka menjadi orang-orang yang sesat. Dan kita memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala semoga kita tidak termasuk diantara sifat-sifat mereka.

Ketika kita menuntut ilmu maka wajib atas kita untuk bersabar, karena kita sedang berada di atas kebaikan, dalam Surat Al-Ashr dijelaskan bahwa orang-orang yang tidak merugi adalah orang-orang beriman, beramal sholeh, yang saling menasehati diantara mereka di atas kebenaran, dan mereka yang saling berwasiat dalam kesabaran.

Kaitannya dengan ilmu bahwa iman membutuhkan ilmu dan iman tidak akan sah tanpa ilmu, maka wajib atas kita untuk menuntut ilmu, dan keempat jalan tersebut membutuhkan taufik dari Allah Subhanahu Wata’ala dan kita memohon kepada Allah agar kita senantiasa diberikan hidayah, kemudahan, sehingga mampu tegak di atas jalan keempat perkara tersebut dan kita benar-benar berjalan di atas ilmu.

Dan ilmu yang paling mulia adalah ILMU TAUHID, karena ilmu Tauhid di dalamnya mempelajari Dzat yang maha mulia yaitu sang pencipta, zat yang menghidupkan, zat yang mematikan, pemberi rezki.

Ketahuilah tidak ada yang paling mulia yang kita pelajari melebihi ilmu tauhid. Allah menjelaskan dua perumpamaan di dalam Surat Al-An’am pada Ayat 122 ; “Dan apakah orang yang telah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Di dalam ayat ini Allah mengumpamakan antara orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir bahwa dahulunya orang-orang yang beriman sebelumnya tidak pernah hidup atau mati dan kemudian dihidupkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, ini menunjukkan kehidupan ini karunia besar dari Allah Subhanahu Wata’ala. Dan setelah Allah hidupkan kita di muka bumi ini Allah berikan hidayah, cahaya. Sehingga kita dapat petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya. Cahaya ini yang dimaksud adalah ILMU TAUHID. Bersyukurlah kita karena Allah memberikan petunjuk sehingga kita dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.

Berbeda dengan orang-orang kafir yang tidak mentauhidkan Allah, kufur kepada-Nya sehingga mereka digambar seperti orang-orang yang berada di atas kegelapan yang tidak diberikan cahaya, sehingga mereka tidak bisa keluar dari kegelapan tersebut tanpa mendapatkan hidayah dari Allah. Dan kita berdoa kepada Allah untuk selalu diberikan hidayah sehingga kita dapat selamat di muka bumi ini dan kehidupan setelahnya.

Dan ilmu tauhid adalah kunci utama yang dapat mengeluarkan dari kegelapan, kebodohan. Dengan demikian ilmu tauhid adalah hal yang paling pertama yang kita harus pelajari karena landasan utama dalam agama yang kita cintai ini.

Ilmu tauhid terbagi menjadi tiga bagian :

1. Tauhid Rububiyah
2. Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah
3. Tauhid Asma Wa Shifat

Manusia diciptakan di muka bumi ini tujuannya adalah mentauhidkan Allah Subhanahu Wata’ala begitupula dengan bangsa jin, ini merupakan keutamaan tauhid.

Dan tidak ada satupun para nabi dan rasul diutus di muka bumi ini melainkan mentauhidkan Allah Subhanahu Wata’ala.

Saudaraku yang seiman, selalu kita berdoa kepada sang pencipta agar senantiasa mendapatkan cahaya darinya, dan diberikan petunjuk dari Allah dan dimudahkan belajar tauhid, karena ilmu tauhid seperti yang dijelaskan di atas merupakan dasar agama kita ini. Dan kita semua mengetahui bahwa orang yang menduakan Allah atau berbuat syirik kepadanya maka tempat di Neraka.

Semoga kita senantiasa istiqomah di jalan yang benar.
———

IMG-20150824-WA0000


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com untuk sementara ini dikelola oleh Ari Wahyudi, seorang pengajar nahwu dan shorof untuk pemula di Perpustakaan al-Mubarok

LEAVE A REPLY

    E-Book Gratis

    Pencarian

    Bangun Masjid!

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI