al-Mubarok

Ibadah dan Isti’anah

Picture3

Syaikh As-Sa’di berkata :

Menunaikan ibadah kepada Allah dan isti’anah/memohon pertolongan kepada-Nya itulah sarana untuk menggapai kebahagiaan abadi dan jalan untuk selamat dari segala keburukan. Maka tiada jalan menuju keselamatan kecuali dengan menunaikan keduanya.

Dan sesungguhnya ibadah akan disebut ibadah yang benar apabila diambil dari [ajaran] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta dilakukan dengan ikhlas demi mencari wajah Allah. Dengan kedua hal inilah sesuatu akan bisa disebut sebagai ibadah.

Disebutkannya isti’anah sesudah ibadah -dalam iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in- padahal isti’anah adalah bagian dari ibadah, hal itu disebabkan besarnya kebutuhan hamba dalam segala ibadahnya untuk memohon pertolongan kepada Allah ta’ala. Karena sesungguhnya apabila Allah tidak menolong dirinya tidak akan tercapai apa yang dia kehendaki; apakah itu melakukan perintah atau menjauhi larangan.

Sumber : Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 39


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh Ari Wahyudi; pengajar nahwu-shorof untuk pemula di Perpustakaan al-Mubarok - Yayasan Pangeran Diponegoro (YAPADI). Dalam mengurus website ini alhamdulillah kami banyak dibantu oleh teman-teman relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Donasi Peduli Wabah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI