Memetik Hikmah Surat al-Fatihah

image00

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an. Bulan yang sangat tepat untuk kembali merenungkan keindahan hikmah dan pelajaran dari ayat-ayat suci al-Qur’an.

Diantara surat yang paling pokok untuk kita pelajari adalah surat al-Fatihah. Karena surat al-Fatihah senantiasa kita baca di dalam sholat kita, bahkan di setiap raka’at. Para ulama bahkan memasukkan membaca al-Fatihah ini ke dalam rukun sholat, yang menunjukkan pentingnya surat ini.

Di dalam hadits yang sahih pula, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut surat al-Fatihah sebagai surat yang paling agung di dalam al-Qur’an. Tentu saja ini menunjukkan kepada kita pentingnya memahami dan menghayati kandungan surat yang mulia ini. Walaupun ia hanya terdiri dari tujuh ayat. Walaupun kita sudah menghafalnya di luar kepala.

Selain itu, sebagaimana kita ketahui juga bahwa ayat al-Qur’an -termasuk di dalamnya surat al-Fatihah- ini merupakan obat bagi penyakit yang ada di dalam dada kita, baik itu penyakit syubhat/kerancuan pemahaman atau penyakit syahwat/godaan hawa nafsu.

Bukan itu saja, kita juga mengetahui bahwa al-Qur’an ini adalah petunjuk bagi manusia, petunjuk yang mengarahkan mereka menuju segala kebaikan dan kemuliaan. Dan diantara sekian banyak ayat al-Qur’an, maka surat al-Fatihah telah merangkum petunjuk-petunjuk itu dalam kalimat-kalimat yang ringkas dan sarat akan makna dan faidah berharga.

Bukan itu saja, kita juga diperintahkan oleh Allah untuk kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dalam menghadapi segala perselisihan dan persengketaan, sementara surat al-Fatihah ini merupakan pokok dari segala solusi atas berbagai perselisihan dan penyimpangan yang muncul di tengah umat ini.

Bukan itu saja, kita juga mengetahui bahwa sebaik-baik umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkan ilmunya. Sebagaimana hal itu disebutkan di dalam hadits sahih riwayat Bukhari dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu. Sementara surat al-Fatihah adalah surat yang paling agung di dalam al-Qur’an, maka tentu saja keutamaan dan urgensi mempelajarinya menjadi semakin besar dan tidak boleh disepelekan.

Bukan itu saja, kita pun mengetahui bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia, demikian pula misi utama dakwah para rasul adalah untuk menegakkan tauhid dan menjauhi segala bentuk syirik, sementara di dalam surat al-Fatihah inilah terkandung pokok ajaran tauhid dan rahasia ajaran al-Qur’an, yaitu dalam kalimat ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’. Oleh sebab itu mempelajari kandungan surat ini sangat-sangat penting bagi kita.

Oleh sebab itulah dalam kesempatan ini dan kesempatan-kesempatan yang akan datang insya Allah kami akan menyajikan seri pembahasan hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari surat al-Fatihah ini. Semoga Allah ta’ala memberikan kemudahan bagi kami untuk menyusun keterangan-keterangan tersebut dan bisa menjadi bekal bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari di alam dunia yang fana ini.

Bersambung insya Allah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *