Tuan, Hendak Anda Bawa Kemana Negeri Ini?

ebadat0016

Segala puji bagi Allah, yang telah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Salawat dan salam bagi hamba dan utusan-Nya, sang pembawa lentera hidayah kepada segenap umat manusia.

Amma ba’du.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kepimpinan adalah sebuah tanggung jawab besar yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Rabbul ‘alamin. Kepemimpinan bukanlah barang mainan dan bukan pula ajang untuk unjuk kekuatan dan dukungan. Tidakkah kita lihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Seorang pemimpin besar dunia yang telah dilahirkan ratusan tahun yang silam, dengan dakwah tauhid, dengan misi menyelamatkan kemanusiaan dari jurang paganisme dan pemujaan kepada makhluk! Seorang pemimpin yang mengemban amanat dari sisi Rabb jalla wa ‘ala untuk menebarkan kasih sayang dan keimanan di penjuru semesta.

Allah ta’ala telah menegaskan dalam firman-Nya (yang artinya), “Sungguh telah Kami utus kepada setiap umat, seorang rasul -yang menyerukan-; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl : 36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang pemimpin besar dunia yang berjuang merubah segala bentuk karakter jahiliyah yang bercokol dan mengakar di masyarakat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah uswah hasanah bagi kita.

Beliau adalah teladan kita bukan hanya dalam urusan sholat, puasa, zakat, dsb. Bahkan lebih daripada itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan dan panutan bagi kita dalam memimpin dirinya, keluarganya, dan masyarakatnya menuju luasnya ampunan Allah dan rahmat-Nya.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, iman dan takwa, inilah modal sebuah negeri yang benar-benar serius mengharap keberkahan dari langit dan bumi kepadanya. Iman dan takwa inilah yang menjadi sebab turunnya kedamaian, ketentraman, dan hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang dberi petunjuk.” (QS. Al-An’aam : 82)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya dia tidak akan sesat dan tidak pula celaka.” (QS. Thaha : 123)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, seorang pemimpin yang adil kelak di akhirat akan diberi naungan oleh Allah dengan naungan Arsy-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tujuh golongan yang diberikan naungan dari-Nya pada hari tiada naungan kecuali naungan dari-Nya, yang pertama kali beliau sebutkan adalah “Seorang imam/pemimpin yang adil.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Keadilan, tidak hanya berkaitan dengan masalah Hak Asasi Manusia/HAM, bahkan keadilan itu memiliki cakupan yang luas dalam kaitannya dengan hak individu, hak sosial, dan demikian pula yang paling utama adalah hak Allah Rabb pencipta dan penguasa alam semesta, Yang menghidupkan dan mematikan, Yang memberikan rizki, Yang menurunkan hujan, Yang menumbuhkan tanam-tanaman, Yang memuliakan dan menghinakan, Yang melimpahkan segala nikmat dan kekayaan….

Oleh karenanya perkara yang selalu diwasiatkan para ulama kepada segenap pemimpin adalah, untuk selalu bertakwa kepada Allah… Demikian pula pesan penting bagi segenap rakyat, “Bertakwalah kepada Allah…” Karena kemuliaan dan keselamatan kita berbanding lurus dengan iman dan takwa. Sementara keadilan itulah yang akan membawa anda kepada takwa. Keadilan yang ditegakkan di atas ajaran-ajaran Allah dan rasul-Nya, bukan keadilan-keadilan semu yang semata-mata rekayasa pemikiran manusia dan perasaan mereka yang penuh dengan kelemahan dan keterbatasan… Oleh sebab itu, wahai hamba-hamba Allah, bertakwalah kepada-Nya niscaya kalian berjaya!

Dengan takwa itulah, Allah akan berikan kepada anda kemudahan dalam menyelesaikan urusan dan masalah. Dengan takwa itulah Allah akan berikan kepada anda jalan keluar, solusi dan pemecahan untuk masalah diri anda, masalah keluarga anda, dan masalah-masalah berat dan pelik yang dihadapi oleh bangsa dan negara kita. Tanpa takwa, anda tidak akan berhasil menggapai apa-apa…. Anda akan letih, anda akan pusing, anda akan sibuk dan kesana kemari tanpa hasil yang memuaskan… Anda hanya akan memetik penyesalan demi penyesalan; akibat kepemimpinan yang tidak ditegakkan di atas nilai-nilai iman, keadilan, dan ketakwaan….

Ingatlah! Tanpa pertolongan Allah dan hidayah-Nya anda tidak akan meraih kemajuan apapun, tidak akan bisa mencapai kemuliaan, kejayaan, dan kesuksesan.. Karena semua kebaikan dan keburukan di tangan Allah, bukan di tangan manusia, bukan di tangan anda, bukan di tangan pendukung anda, bukan di tangan Amerika atau negara-negara Eropa.

Kemuliaan, kejayaan, kesuksesan di tangan Allah, Allah akan berikan hal itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah akan cabut ia dari siapa saja yang Dia inginkan. Dan Allah Maha Bijaksana dengan segala hukum dan ketetapan-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah akan memuliakan dengan sebab Kitab ini -al-Qur’an- beberapa kaum -karena mengikuti ajarannya-, dan Allah akan merendahkan dengan sebab Kitab ini pula kaum-kaum yang lain -karena mereka meninggalkannya-.” (HR. Muslim dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu)

Allah turunkan al-Qur’an bukan untuk membuat kita celaka. Allah turunkan al-Qur’an agar kita bisa meresapi bimbingan, cahaya, obat, dan nasihat indah yang termaktub di dalamnya. Agar hidup kita menjadi bahagia, agar seluruh rakyat bisa sejahtera dan sentausa, mencapai kemakmuran dengan limpahan barokah dan rahmat dari Rabb penguasa seluruh alam. Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat, bagi kami dan segenap umat. Tidak ada taufik bagi kami kecuali dengan pertolongan Allah.

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam.
Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *