Orang Yang Berhak Menerima Zakat Fitri

57821_large

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Suatu saat, Syaikh ditanya :

هناك صعوبة في الوقت الحالي في وجود فقير لا يجد قوت يومه ، حيث أني شاهدت في أحد الجمعيات في مدينة الرياض أن أغلب الذين يأخذون زكاة الفطر هم أناس يجدون قوت أشهر أو سنة فهل جائز إعطاؤهم الزكاة – زكاة الفطر ؟

Disana terdapat kendala dimana pada kondisi sekarang ini sulit ditemukan orang fakir yang tidak memiliki bahan makanan pokok selama sehari yang dilaluinya. Karena aku melihat di salah satu yayasan di kota Riyadh, bahwa kebanyakan orang-orang yang mengambil jatah zakat fitri adalah orang-orang yang memiliki persediaan bahan makanan pokok untuk satu bulan atau bahkan satu tahun. Apakah boleh memberikan zakat itu kepada mereka. Yaitu zakat fitri maksudnya.

Beliau menjawab :

يا إخواني لم يقل أحد ما تُعطى إلا الذي ليس عنده مئونة يومه وليلته ، لم يقل هذا أحد ، تُعطى للفقير، والفقير هو الذي لا يجد ما يكفيه لسنته ، بأن لا يجد ما يكفيه لسنته ، هذا هو الفقير، يُعطى من زكاة المال ويُعطى من زكاة الفطر، أما الذي يشترط قوت يومه وليلته هذا المُخرِج وليس المُخرَج إليه

Wahai saudara-saudaraku, tidak ada seorang pun [ulama] yang mengatakan bahwa zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang tidak punya persediaan makanan pokoknya selama sehari semalam. Tidak ada ulama yang berpendapat demikian. Zakat itu diberikan kepada orang fakir/miskin. Dan yang disebut orang fakir itu adalah orang yang tidak mendapati sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhannya selama satu tahun. Inilah yang dimaksud orang fakir.

Orang semacam itu berhak diberi jatah/pembagian dari zakat mal dan zakat fitri. Adapun orang yang diberikan syarat harus memiliki persediaan untuk makanan pokoknya selama sehari semalam itu adalah orang yang terkena kewajiban membayar zakat, bukan orang yang diberi zakat/sasaran pembagian zakat.

Sumber : http://alfawzan.af.org.sa/node/4586

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *