Berkenalan Dengan Kitab Tsalatsatul Ushul

images

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, bagi banyak penimba ilmu, maka kitab Tsalatsatul Ushul atau biasa dikenal dengan nama Ushul Tsalatsah -tiga landasan utama- merupakan kitab yang sangat populer dan mendapat rekomendasi dari para ulama untuk dibaca.

Mengapa demikian? Tidak lain, karena isi buku ini yang sangat penting. Di dalamnya penulis memaparkan tentang pokok-pokok akidah Islam dengan bahasa yang mudah dicerna dan sarat dengan dalil. Hal ini sangat bermanfaat bagi kaum muslimin dan terutama bagi para penuntut ilmu.

Di dalamnya, penulis berusaha untuk mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengarungi pengetahuan dan meniti jalan keselamatan. Beliau mengenalkan kepada kita tentang hal-hal yang wajib kita pelajari; ilmu, amal, dakwah, dan sabar.

Beliau juga mengenalkan kepada kita tentang wajibnya taat kepada rasul, larangan berdoa kepada selain Allah, dan wajibnya membangun loyalitas karena Allah. Beliau juga menerangkan kepada kita tentang hakikat ajaran segenap nabi dan rasul yaitu tauhid dan larangan terbesar di dalam agama yaitu syirik.

Kemudian beliau melanjutkan pembahasan tentang tiga hal mendasar; mengenal Allah, mengenal Islam dengan dalil, dan mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah tiga hal yang kelak akan ditanyakan di alam kubur. Oleh sebab itu setiap muslim dan muslimah sangat membutuhkan kandungan ilmu dan pelajaran yang terdapat di dalam kitab ini.

Apabila kita lihat perhatian para ulama terhadap buku ini, maka sungguh menakjubkan. Banyak sekali kitab atau penjelasan yang ditulis sebagai penjabaran kandungan ilmu yang ada di dalam kitab ini. Diantara ulama yang telah memberikan penjabaran faidah dari kitab ini antara lain; Syaikh Abdurrahman bin Qasim, Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syaikh Abdullah al-Fauzan, Syaikh Shalih al-Fauzan, dsb.

Apabila kita cermati lebih dalam, sesungguhnya buku atau kitab ini bukan hanya kitab dalam masalah akidah. Bahkan di dalamnya juga terkandung ajaran akhlak, adab, manhaj dakwah, fikih prioritas, peringatan dari penyimpangan, dan motivasi beramal salih.

Apabila kita telaah kitab-kitab para ulama yang menjelaskan kandungan buku ini, niscaya akan kita temukan berbagai rahasia dan faidah agung yang sangat bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan masyarakat. Diantara buku berbahasa indonesia yang bermanfaat yang berkaitan dengan buku ini adalah apa yang telah ditulis oleh saudara kami fillah, al-Ustadz Adika Mianoki hafizhahullah dalam bukunya ‘Jawaban 3 Pertanyaan Kubur‘ yang telah diterbitkan oleh Pustaka Muslim, Yayasan Pendidikan Islam al-Atsari.

Buku beliau ini pun mendapatkan sambutan hangat dan rekomendasi dari Ustadz Abu ‘Isa Abdullah bin Salam hafizhahullah, salah seorang ustadz kami yang giat menyebarkan dakwah tauhid dan juga menulis buku ‘Mutiara Faidah Kitab Tauhid‘. Untuk itu, bagi pembaca yang berminat untuk mendapatkan buku tersebut mungkin bisa langsung menanyakan kepada pihak penerbit Pustaka Muslim.

Perhatian besar terhadap buku-buku semacam ini dan juga buku-buku lain dalam tema serupa, yaitu pengokohan akidah islam dan tauhid ke dalam hati umat, adalah sesuatu yang wajar dan tidak boleh disepelekan. Karena perbaikan umat tidak akan bisa berjalan sukses tanpa keseriusan dan ketekunan dalam menjunjung tinggi dakwah tauhid.

Hal ini bisa kita saksikan dengan mencoba menelaah sejarah dakwah dan perjuangan ilmiah yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan para ulama di Arab Saudi pada umumnya setelah beliau. Dakwah tauhid jelas menempati ranking pertama dalam manhaj dakwah dan syi’ar Islam di tengah umat. Sehingga kita temukan banyak risalah dan buku yang ditulis dalam masalah ini. Yang ini semuanya menunjukkan betapa para ulama itu merasa butuh untuk belajar dan terus belajar tauhid sembari menyebarluaskan faidah-faidahnya kepada kaum muslimin.

Bisa kita lihat misalnya tulisan-tulisan dan ceramah-ceramah Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. Demikian pula karya-karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah, dan lain-lain.

Di sisi lain, marilah kita mencoba menengok sejarah perkembangan dakwah tauhid di negeri ini. Marilah kita lihat dengan kacamata yang jernih dan bersih dari fanatisme. Salah satu fenomena yang perlu untuk kita cermati adalah perhatian para da’i tauhid di negeri ini dalam masalah-masalah tauhid yang mendasar. Sudahkah kita mengikuti jejak Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan para ulama salaf lainnya yang dengan giat dan tak kenal lelah mengusung materi dakwah tauhid?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *